Sekarang ini siapa sih yang gak kenal dengan istilah “Rave”? Istilah ini sudah tidak asing lagi kita dengar, sebagai sebuah party outdoor dimana lokasi party, musik dan visual udah menjadi sebuah kesatuan yg gokil. Sungguh tidak terbayangkan kalo rave akhirnya bisa muncul, diterima dan berkembang pesat di republik tercinta kita ini.
Sejarah Rave
Sejak pertengahan tahun 1980-an, genre musik elektronik telah berkembang pesat dalam industri musik. Dengan masuknya personal komputer, teknologi CD, DAT Tape dan Minidisk, dunia musik elektronik telah tumbuh berkembang menjadi komoditas yang dapat diterima dengan baik oleh pasar. Kemudian dalam perkembangannya musik elektronik dengan sangat cepat terbangun menjadi cikal-bakal musik yang sekarang lebih dikenal dengan istilah house. Genre musik ini memperoleh banyak pengaruh dari band-band elektronik Eropa seperti Kraftwerk, Soft Cell dan Depeche Mode pada awal tahun 1980-an.
Kancah musik elektronik tidak hanya berhenti sebagai sebuah genre musik saja. Namun seperti halnya punk pada tahun 1970-an, yang mengedepankan kebudayaan rock yang anti kemapaman, musik elektronik pada awalnya juga berkembang sebagai sebuah movement. Hal ini ditandai dengan munculnya rave. Yang tumbuh berkembang di Inggris pada tahun 1988, yang pertama kali dipelopori oleh acara Summer of Love/, setelah kejenuhan era disko. Ada beberapa perbedaan pendapat mengenai kapan rave pertama kali diadakan. Berbagai sumber menyebutkan bahwa rave pertama kali diadakan di Inggris namun memperoleh pengaruh musik acid House.
Acid House datang pada saat periode ketidak-stabilan sosial dan perubahan sosial di Inggris. Pada tahun 80-an, di Inggris terjadi pergolakan hebat. Bagi mayoritas anak muda Inggris, saat itu acid house menjadi sebuah pelarian sementara seperti halnya pergerakan punk dan hippies
Panta ibiza di Spanyol dan kota Manchester di Inggris merupakan lokasi-lokasi awal rave, sebelumn akhirnya fenomena ini berkembag di seluruh daratan Inggris pada tahun 1990-an. Pada saat yang bersamaan, rave juga berkembang di Jerman dan Amerika Serikat pada tahun 1990, yaitu dimulai dari era acid house dan musik house di Amerika, yang pada awalnya merupakan tonggak eksistensi fenomena gay. Pada awal tahun 1990-an inilah, diselenggarakan acara rave pertama di San Fransisco sampai akhirnya menyebar ke Los Angeles, Amerika Serikat.
Pada awalnya rave adalah gerakan underground yang dibuat secara ilegal. Ratusan orang diundang untuk menghadiri acara rave yang diadakan di pantai pribadi, musik house dengan volume keras pun kemudian dipasang, sampai akhirnya ada yang melapor ke pihak yg berwajib. Dengan keadaan demikian, maka acara rave awal selalu berpindah-pindah. Sebuah acara rave dalam satu malam bisa beberapa kali pindah tempat dari lokasi yang satu kelokasi lainnya, untuk menghindari pihak yg berwajib. namun rave dengan cara berpindah ini berubah seiring dengan berjalannya waktu.
Acara rave ini berkembang masih dengan semangat underground tersebut, namun dalam kemasan yg massive dan spektakuler. Konsekuensinya memang rave menjadi sebuah outdoor party yang secara komersil mendatangkan profit. Ini menjadikan rave berkembang pesat diseluruh dunia. Rave telah diselenggarakan di sejumlah pusat kota yang berbeda-beda. Kota-kota besar didunia yang memimpin sebagai lokasi diselenggarakan rave antarlain adalah Berlin, London, dan San Fransisco. Bahkan di wilayah Asia seperti di Goa maupun India bagian utara, Thailand, Singapura, Australia maupun di Jakarta telah diperhitungkan sebagai pusat penyelenggaraan acara rave di dunia.
Sejarah Rave di Indonesia
Di Jakarta, rave pertama kali di perkenalkan oleh para pelajar Indonesia yang melangsungkan studi di luar negri. Disana mereka mengenal adanya rave dan kemudian belajar menjadi DJ. Sehingga ketika kembali dari studi di luar negri, mereka mencoba memperkenalkan rave ke khalayak Jakarta.
Rave pada dasarnya sangat bebeda dengan pandangan klub yang telah ada sebelumnya. Jika di klub, musik dan Dj adalah komponen utama. Klub menuntut crowd untuk tampil dengan nuansa formal. Berpakaian rapih sudah tentu menjadi tuntutan sebuah klub. Berbeda dengan klub, maka rave menawarkan nuansa bebas berekspresi.
Sulit bagi kita untuk menentukan rave pertama kali di Indonesia, namun berdasarkan pengamatan rave di Indonesia telah dimulai sejak tahun 1993, salah satu nama yang banyak di perbincangkan orang adalah rave yang diadakan di Cilandak Sport Center (tepat di lokasi yang sekarang dikenal dengan nama Cilandak Town Square). Kemudia rave yang diadakan di Studio 42 mampang, juga kerap disebut sebagai salah satu rave awal di Indonesia. Perkembangan rave di Indonesia mengalami puncaknya pada awal tahun 2000. Lokasi seperti Pantai Festival Ancol, Taman Ria Senayan, Hambalang Sentul, Pelabuhan Ratu, Anyer bahkan Bandara Sukarno Hatta pernah menjadi lokasi diadakannya rave.
Perkembangan pesat rave pada saat itu ditandai juga dengan adanya kerjasama dengan International Brand Party seperti, Gatecrahser tahun 2001 dan Godskitchen pada tahun 2003. Pada kurun waktu itulah, marak berdatangan Dj dari berbagai belahan dunia, meramaikan acara rave di tanah air. Sebagai konsekuensinya memang format party outdoor semacam ini akhirnya berkembang kearah komersil. Namun nuansa underground tetap masih dapat kita rasakan, seiring dengan genre-genre dance music yang berkembang pesat.
Sempat mengalami kevakuman selama beberapa tahun, akhirnya pada tahun 2008-an ini baru rave kembali bangkit dengan dua outdoor parti besarnya, yaitu: Playground dan Indo Dance Music Festival. Dua party ini, pastinya mengobati kerinduan para raver yg selama ini menantikan adanya outdoor party.
Artikel selanjutnya: “Raveology: Karakteristik Rave Party”
Jakarta Playground Video
Video Gods Kitchen Jakarta
Artikel Terkait Lainnya:



jgn lupa dong pioneer Medan rave-scene era Batser (rico) ama END (nio).. pool tasbih, rc track, rooftop plazmedan fair, medan club, basement parkir pardede dll , mizz doz days
))
I remember those garage days
… 2002 sumfin, aint it bro.